Tentang Lirazan

Siapa Lirazan? Seorang anak yang terlahir ke Bumi dengan misi yang dibawa dari Lyra, tempat sebelum ia terlahir di Bumi.

lirazan

Namaku Lirazan, seorang anak yang terlahir berbeda. Aku tumbuh di tengah keluarga kecil yang sederhana, Ibuku manusia Bumi yang mewarisi kecantikan Putri Maia, putri tercantik Pleiades. Sedangkan Ayahku dikenal sebagai panglima perang Orion. Aku sendiri terlahir kembali sebagai penduduk Bumi dengan banyak hal Baru. Bahasa baru, sistem hidup kehidupan, pergerakan waktu bahkan Aku harus terus menyelaraskan spektrum diri dengan vibrasi Bumi yang sama sekali tidak stabil. Aku perlu berlaku demikian, terus dan terus, sampai vibrasiku selaras Bumi atau vibrasi Bumi selaras vibrasiku.

Tinggalkan sejenak tentang itu, kerinduanku pada kisah kasih masa yang sudah sangat jauh berlalu menitiskan satu titik keinginan bercerita. Cerita yang ku peroleh dari Ayah dan Ibu. Cerita abadi yang terukir pada malam itu. Satu malam itu, dimana Aku, Ayah dan Ibuku memandang langit, menikmati kerlipan Bintang gemintang tanpa suara. Tidak ada masa yang menenangkan sebelumnya, sebelum momentum kebersamaan itu terjadi.

Ayahku memandang langit dengan hening, setiba waktu ia mencapai satu titik, ia mulai membuka mulutnya. "Itu Orion, Bintang itu dihuni para kesatria. Di sana indah sekali, semua anak berlarian pagi hari, melompat lompat bahagia sambil sesekali memetik daun berwarna perak." Sesaat itu Aku alihkan pandanganku, memperhatikan kerlipan Bintang Gemintang yang Ayah ceritakan. Kemudian Ayah kembali bercerita, "Orion oleh manusia disebut sebagai sang pemburu, itu tidak salah juga tidak benar. Orion tidak membunuh, mereka mengejar. Mereka sulit ditaklukkan, mereka mempertahankan cinta kasih sekuat tenaga."

Lalu kenapa Orion berperang? Tanyaku. "Perang itu harus terjadi, sang Master menciptakan konspirasi untuk membunuh Orion, Kehancuran Lyra bukan karena Orion, Pleiades memilih mengisolasi diri pun bukan karena Kejamnya Orion." Lalu? "Exus, Eriale, dan tiga kesatria lainnya, Alu, Reiurex dan Tremacia. Mereka berlima tidak ingin Ras Orion hidup hanya dalam satu tempat. Mereka berusaha menciptakan konflik sebagai pemicu perang."

Terdiam sejenak, lalu Aku dekatkan dudukku dan kembali bertanya. "Mereka itu siapa?". Ayah melanjutkan cerita, "Mereka berlima adalah kesatria terpilih, mereka keras, cerdas, mereka mampu menaklukkan seribu pasukan dengan kekuatannya. Namun semua berbeda ketika Evora datang, penyusup yang datang membawa misi memecah kekuatan Orion."

"Evora datang dari Draco, sebuah tempat dimana ras dengan kelicikan, kecerdasan yang bergerak ke arah yang berlawanan dengan tujuan yang selama itu Orion junjung." Apa yang dia lakukan, Ayah?" "Dia memanipulasi, merubah struktur gelombang elektromagnetik ke dalam unsur rasa, dia berhasil meyakinkan Orion bahwa untuk mencapai kehidupan abadi harus terus bergerak. Semesta fisik mempunyai satu hukum absolut tentang penciptaan. Ada batas waktu dimana sesuatu yang tercipta akan kembali ke bentuk awal, Evora mengatakan bahwa Orion saat itu berada pada tepi akhir ketiadaan."

Aku sulit memahami apa yang dikatakan Ayahku. Belum sempat Aku bertanya, Ayah kembali meneruskan ceritanya. "Evora mengatakan pada Penghuni Orion, ada satu tempat indah, terbentuk dari pecahan mineral, tempat dimana kasih memiliki tempat tertinggi. Lyra." itulah tempat dimana Aku berasal.

Hari sudah larut dalam hening, "Lirazan, invasi Orion telah mengantarkanmu sampai ke tempat ini, malam sudah semakin tinggi, sudah saatnya kita bergegas beristirahat. Akan ada banyak hal menakjubkan yang akan kamu temui disini. Belajarlah, berusahalah, ciptakan jejakmu disini." Ayah menutup malam itu bersamaku.

Aku berfikir dalam diam di kamarku, Bagiku, Bumi menjadi sesuatu yang berbeda, rotasinya berlawanan, terlalu banyak warna abu-abu. Sepertinya Bumi memang menjadi tempat terpilih sebagai ground program evolusi manipulasi sistem. Sebuah chips mengatur gerak fisik penghuni permukaan Bumi, anggaplah gerak itu sebagai kesempurnaan program. Aku tidak percaya hal ini Aku hadapi sekarang. Aku sulit menyangkal ketidak percayaan ini, disini berlaku "kuasa menguasai, mengandalkan power. Siapa yang memiliki power lebih maka dia berhak mengusai, secara tradisional dia disebut Tuhan". Inikah tempatku saat ini?

Popular Posts